Kali ini, saya ingin mengajak Anda menjelajahi sebuah permata tersembunyi di utara kota Sanggau, dusun Tabau, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan dengan motor dari pusat kota. Tempat ini adalah bukti nyata keindahan alam Sanggau yang masih alami, dengan hutan hijau yang rimbun, udara segar yang super bersih, sungai jernih yang menghilangkan dahaga, dan keramahan penduduk yang membuat hati hangat. Sayangnya, potensi besar ini belum sepenuhnya disentuh pemerintah untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata mendunia. Padahal, jika dikelola dengan baik, Tabau bisa jadi kebanggaan kita semua, sekaligus melestarikan alam sekaligus mendatangkan pendapatan daerah.
Dusun Tabau adalah aset kedamaian.
"Ini gambar air terjun gurun empana di dusun tabau"
Begitu tiba, Anda akan disambut senyum tulus warga lokal yang ramah tamah, hidup sederhana di tengah kampung yang masih asri. Rumah-rumah kayu berdiri di antara pekarangan kecil, dikelilingi hutan lebat yang menjadi rumah bagi hewan liar seperti monyet, rusa kecil, dan burung-burung berwarna-warni. Udara di sini begitu bersih, setiap tarikan napas terasa menyegarkan jiwa. Sungai Sekayam yang mengalir jernih di dekat kampung menambah pesona, dengan airnya yang dingin dan murni—cukup diminum langsung untuk menghilangkan dahaga setelah perjalanan panjang. Pagi hari, kabut tipis sering turun dari hutan, menciptakan suasana magis, sementara malam hari langit bertabur bintang tanpa gangguan polusi cahaya.
Namun, sebelum kita sampai ke keindahan Tabau, mari kita bahas dulu jalur perjalanan menuju ke sana. Ada beberapa rute yang bisa Anda pilih, masing-masing menawarkan petualangan tersendiri:
Jalur Simpang Sanjan ke Mangkiang
<script async custom-element="amp-auto-ads"
src="https://cdn.ampproject.org/v0/amp-auto-ads-0.1.js">
</script>
"Suasana air terjun empana di tabau"
Dari simpang Sanjan, arahkan kendaraan ke Mangkiang. Setelah itu, Anda perlu menyeberang Sungai Sekayam. Kalau pakai mobil, Anda bisa naik ponton, tapi kalau motor, cukup gunakan kapal perahu kecil yang biasa disebut kapal peri oleh warga lokal. Setelah menyeberang, luruskan perjalanan ke arah Bahta, tapi sebelum sampai dusun Koyak, belok kiri menuju dusun Borang. Dari Borang, belok kanan dan ikuti jalan lurus hingga sampai di dusun Tabau. Total waktu tempuh sekitar 2 jam, tergantung kondisi jalan dan kecepatan Anda.
Jalur Bodok ke Bonti
Mulai dari Bodok, masuk ke jalan menuju Bonti. Sesampai di simpang PT MAS, belok kanan hingga tembus ke dusun Gok Nala. Dari Gok Nala, lurus saja sampai dusun Dosan, lalu belok kiri dan ikuti jalan hingga sampai di Tabau. Jalur ini memakan waktu sekitar 3,5 jam, dengan pemandangan hutan dan kampung kecil sepanjang perjalanan.
Jalur Kecamatan Bonti ke Bahta
Dari kota Sanggau, menuju kecamatan Bonti. Sesampai di kota Bonti, belok kanan ke arah Sedua atau Sago, lalu lurus terus hingga desa Bahta. Dari Bahta, ikuti jalan lurus sampai tembus ke dusun Tabau. Rute ini lebih panjang, sekitar 5 jam, tapi Anda akan disuguhi pemandangan alam yang memanjakan mata.
Jalur Air via Sungai Sekayam
<amp-auto-ads type="adsense"
data-ad-client="ca-pub-8130427862440054">
</amp-auto-ads>
"Pemandangan dari gurun tinjau air terjun tinjau ketinggian 20 meter di dusun tabau"
Bagi yang suka petualangan berbeda, cobalah jalur air menggunakan motor air. Dari Sanggau, masuk ke Sungai Sekayam dan ikuti alur sungai melewati dusun Dosan hingga sampai di Tabau. Perjalanan ini juga memakan waktu sekitar 5 jam, dengan bonus pemandangan sungai yang jernih, tebing hijau, dan udara sejuk sepanjang perjalanan.
Semua jalur ini punya kekurangan, seperti jalan yang belum sepenuhnya mulus atau akses yang terbatas saat musim hujan. Tapi, justru itulah yang membuat Tabau terasa spesial—sebuah destinasi yang masih perawan, jauh dari keramaian.
Setelah sampai di Tabau, petualangan sesungguhnya dimulai. Salah satu daya tarik utamanya adalah Air Terjun Empana, yang terletak di tebing Sungai Sekayam dengan ketinggian sekitar 11 meter. Airnya jatuh membentuk tirai putih yang indah, mengalir ke kolam jernih di bawahnya. Saat kemarau, pasir putih muncul di tepian, membuatnya mirip pantai kecil. Mandi di sini terasa menyegarkan, apalagi ditemani suara alam dan udara bersih yang memenuhi paru-paru.
Tak jauh dari sana, sekitar 7 menit naik motor atau 15 menit jalan kaki, ada Air Terjun Gurun Puset dengan ketinggian 13 meter. Airnya mengalir deras, menciptakan kabut tipis yang menyegarkan. Di sekitarnya, hutan hijau tumbuh subur, dan sungai di dekatnya menawarkan air segar yang bisa langsung diminum. Lalu, hanya 5 menit mendaki dari Gurun Puset, Anda akan menemukan Air Terjun Gurun Tinjau. Dengan ketinggian 20 meter, air terjun ini begitu megah, dikelilingi tebing dan vegetasi yang menambah kesan alami.
Bagi pencinta ketinggian, Gunung Enjarau wajib dikunjungi. Gunung tertinggi di wilayah Tabau ini menawarkan pemandangan batu-batu unik di puncaknya, dengan panorama hutan hijau dan Sungai Sekayam yang berkelok di bawahnya. Udara di sini sejuk, bersih, dan damai—tempat sempurna untuk melupakan penat.
Sungai Sekayam sendiri adalah jantung kehidupan Tabau. Airnya jernih seperti kristal, mengalir di antara bebatuan dan pepohonan. Ikan-ikan kecil berenang lincah, sementara suara katak dan burung air menambah harmoni alam. Saat senja, pantulan matahari di sungai menciptakan pemandangan bak lukisan, membawa rasa tenang yang sulit didapat di kota.
Sayangnya, keindahan ini belum didukung infrastruktur memadai. Jalanan menuju Tabau masih sederhana, beberapa bagian berbatu atau berlumpur saat hujan. Namun, justru ketidaksempurnaan ini yang membuat Tabau terasa autentik. Jika pemerintah bergerak membangun akses yang lebih baik—seperti jalan mulus, papan petunjuk, atau fasilitas dasar—tanpa merusak alamnya, Tabau bisa jadi destinasi unggulan yang mendunia.
Jadi, mari kita kunjungi Tabau. Rasakan kedamaian kampung asri, hirup udara segar dari hutan hijau, dan segarkan jiwa dengan air sungai yang jernih. Semoga cerita ini menggugah hati Anda untuk menjelajah, dan siapa tahu, bersama-sama kita bisa mengenalkan keindahan Sanggau ke dunia. Sampai jumpa di kisah berikutnya—bersambung!
Komentar